Warga Batuasa Maluku Sebut PLN Janji Palsu Urung Teraliri Listrik

Setahun sudah berlalu sejak perbaikan instalasi listrik 2019. Mimpi warga Batuasa, Kecamatan Werinama, Seram Bagian Timur, Maluku untuk menikmati akses listrik tampaknya harus teredam kembali. Bagaimana tidak, sejumlah tiang listrik roboh, ratusan meter kabel pun terjulur di tanah.

Tidak hanya di luar perkampungan, kerusakan juga terjadi di tengah pemukiman. "Tidak ada kelanjutan setelah perbaikan dan pemasangan kelengkapan instalasi." Bukan kali pertama, pemasangan instalasi listrik dimulai sejak 1997, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan meteran di 2010.

"Terdapat 98 kepala keluarga di Batuasa dan meteran listrik telah terpasang hampir disemua rumah." "Warga pun telah melakukan pembayaran dengan harapan listrik bisa segera mengalir," jelasnya. Lagi, warga dibuat menunggu, hingga datang petugas PLN pada 2019.

Mereka melakukan perbaikan dan pemasangan tiang dan kabel serta kelengkapan lainnya. Awalnya cukup senang, namun warga kembali menelan kecewa. Satu persatu tiang listrik roboh, kabel menjulur hingga ke tanah dan dibiarkan terlantar hingga kini.

"Hanya janji palsu, terakhir Pihak PLN setempat beralasan, belum adanya akses jalan tembus ke Batuasa, hingga lalu lalang kendaraan sudah ramai juga belum ditindaklanjuti," ujarnya Akibat dari kondisi tersebut, warga akhirnya beraktifitas dalam keterbatasan penerangan. Mereka hanya mengandalkan lampu minyak untuk menerangi sudut rumah.

Memiliki mesin lampu bagi sebagian besar warga yang berprofesi sebagai petani bukan hal yang mudah. Mereka pun hanya bisa bersabar sembari terus memupuk harapan listrik bisa segera mengalir ke desa. "Kita sampai terbiasa. Tapi bagaimana, anak anak kita yang mau belajar, membaca buku ataupun menghitung perkalian. Susah," ujar Sahril Wailisahalong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *