Tetap Kerja Padahal Statusnya PDP Kasus Covid-19 di Sampoerna Bermula dari Ketidakjujuran Karyawan

Pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk di kawasan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, berpotensi menjadi klaster baru Covid 19. Itu terjadi setelah dua orang karyawan pabrik meninggal dunia akibat Covid 19, dan 63 karyawan lainnya terdeteksi positif berdasar rapid test. Selain itu, sebanyak 163 orang sudah dilakukan swab PCR yang hasilnya akan muncul dalam satu hingga dua hari ke depan.

Tak pelak manajemen PT HM Sampoerna Tbk menghentikan sementara kegiatan produksi di pabrik Rungkut 2 sejak 27 April 2020 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian. "Penghentian sementara ini bertujuan agar kami dapat melaksanakan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh di area pabrik Rungkut 2 sekaligus menghentikan tingkat penyebaran Covid 19 yang sekarang telah berdampak pada beberapa karyawan kami di lokasi tersebut," ujar Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Elvira Lianita, Kamis (30/4/2020). Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebut kasus itu bukanlah klaster baru.

"Sebetulnya dia (pasien) bukan klaster baru," kata Risma, Kamis (30/4/2020). Ia mengungkapkan, kasus di pabrik itu memang bermula dari pasien yang tak jujur dan memilih tetap bekerja, padahal seharusnya menjalani karantina. Menurut Risma di data Pemkot Surabaya pasien tersebut awalnya sudah dinyatakan PDP.

"Jadi waktu itu kan puskesmas menangani sendiri, jadi pengawasannya kurang. Pasien tetap kerja, padahal sebetulnya dia sudah PDP," ungkapnya. Menurut Risma, saat ini sejumlah karyawan menjalani karantina di sebuah hotel. "Masuk hotel, semua biaya ditanggung Sampoerna," ungkap Risma.

Sampoerna telah menyerahkan data dan informasi terkait karyawan terdampak kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Surabaya dan Jawa Timur. Sesuai arahan dan koordinasi dengan Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim, manajemen juga telah menerapkan protokol antara lain penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas pabrik, melakukan kontak tracing, meminta karyawan karantina mandiri, melakukan rapid test, serta bekerja sama dengan rumah sakit setempat. Langkah ini, kata Elvira, dilakukan dengan terus memastikan dukungan kepada karyawan dan melakukan tanggung jawab sosial terhadap komunitas.

"Yakni memberikan cuti dan tetap menerima gaji seperti biasa bagi karyawan terdampak, karyawan yang perlu melakukan karantina mandiri, dan karyawan yang perlu merawat anggota keluarga mereka karena terdampak," ucapnya. Tak itu saja, Sampoerna juga memastikan kualitas produk melalui karantina produk selama lima hari sebelum didistribusikan ke konsumen. "Ini berarti dua hari lebih lama dari batas atas stabilitas lingkungan Covid 19 yang disarankan oleh European CDC dan WHO. Dikatakan, virus itu dapat bertahan selama 72 jam pada permukaan plastik dan stainless steel, kurang dari 4 jam pada tembaga, serta kurang dari 24 jam pada kardus," katannya.

Sampoerna juga menegaskan telah melakukan berbagai upaya sesuai anjuran pemerintah dan WHO sebagai bentuk komitmen perusahaan mencegah penyebaran Covid 19 di seluruh area kantor dan fasilitas produksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *