Terkait Isu Nepotisme di PSSI dan PT LIB, Yunus Nusi Beri Klarifikasi & Puji Kinerja Iwan Bule

Plt SekjenPSSI, angkat bicara mengenai isu kasus nepotisme dalam tubuh PSSI dan PT LIB. Ia juga mengapresiasi kinerja Ketua Umumnya, Mochamad Iriawan dalam semester pertama kepemimpinannya. Pada awal Mei ini, Mochamad Iriawan tepat satu semester memimpin PSSI terhitung sejak Kongres Luar Biasa di Hotel Shangri La, Jakarta, pada 2 November 2019.

“Kami mengapresiasi berbagai pemberitaan media atas ‘ highlight’ atau sorotan pada enam bulan kepemimpinan PSSI periode ini." "Terutama karena publik menilai positif atas berjalanya kompetisi yang dimulai tepat waktu sesuai amanat kongres,” kata Pelaksana Tugas Sekjen PSSI, Yunus Nusi. Pada era kepemimpinan Iriawan, kompetisi Liga 1 bergulir tepat waktu dengan kick off berlangsung pada 29 Februari 2020, sementara Liga 2 dimulai pada 14 Maret 2020.

Namun merebaknya pandemi virus Corona (Covid 19) membuat aktivitas persepakbolaan Indonesia kemudian terhenti hingga saat ini. Pada kesempatan ini, Plt. Sekjen PSSI Yunus Nusi memberikan klarifikasi terkait tudingan nepotisme yang menjadi sentimen negatif selama setengah tahun kepemimpinan Iwan Bule, panggilan akrab Iriawan. Yunus Nusi menjelaskan, ada perbedaan terkait posisi Wasekjen PSSI dan General Manager PT Liga Indonesia Baru (LIB) ramai diberitakan.

“Statuta PSSI mengatur bahwa pengangkatan Sekjen menjadi kewenangan Ketua Umum PSSI." "Pun penunjukan Wasekjen adalah hak Ketua Umum PSSI dalam rangka percepatan pelayanan PSSI kepada member yang berjumlah ratusan anggota." "Baik itu klub Liga 1, Liga 2, Liga 3, Asosiasi Provinsi se Indonesia, asosiasi asosiasi sepakbola dan juga organisasi organisasi sepakbola yang berafiliasi dengan PSSI,” jelasnya.

Selain itu, Wakil Sekjen PSSI hanya bertugas di bidang administratif dan membantu peran Sekjen PSSI. “Wasekjen juga tidak bersentuhan dengan uang, murni administratif berbagi tugas dengan Sekjen, dan tidak langsung bertanggung jawab kepada Ketua Umum PSSI,” urainya. Sebagai Plt. Sekjen, Yunus Nusi pun menyatakan bahwa saat ini administrasi di PSSI jauh lebih rapi sejak kehadiran Wakil Sekjen.

Yunus menerangkan, PSSI sebagai sebuah organisasi yang memiliki ruang lingkup kerja begitu luas sebagai pelayanan kepada semua kegiatan persepakbolaan. Sementara PT LIB fokus kepada pengelolaan keuangan dan kompetisi. “Karena itu, pengangkatan staf level atas harus melalui rapat direksi."

"Hal hal yang menyangkut pengelola keuangan begitu banyak maka memang sebaiknya dihindari hal hal yang menjadi sorotan publik,” tegasnya. Saat ini, PSSI sedangmengoptimalkan bantuan yang diberikan FIFA melalui program FIFA Forward. Dalam surat sirkulernya FIFA telah menyetujui untuk mempercepat pengucuran dananya sekaligus untuk membantu anggotanya dalam menghadapi situasi pandemi COVID 19.

Dalam surat sirkuler FIFA tanggal 24 April 2020 disebutkan,Komite Pengembangan dan Komite Keuangan FIFA menyetujui untuk memajukan pengucuran dana program FIFA Forward 2.0 tahun 2019 dan 2020 yang semula akan diberikan pada bulan Juli menjadi dalam waktu dekat setelah. Kucuran dana tersebut sengaja dimajukan sebagai respons FIFA untuk membantu anggotanya di seluruh dunia terkait pandemi COVID 19. Program FIFA Forward merupakan program bantuan dana yang FIFA diberikan kepada seluruh anggota asosiasinya untuk biaya operasional dan proyek khusus yang diajukan setiap tahunnya.

Dalam dua tahun terakhir, PSSI memaksimalkan program FIFA Forward untuk pengembangan pelatih, wasit dan pemain muda. Dalam masa transisi ini, PSSI terus melaksanakan pembenahan administrasi dan finansial secara internal. Sementara komunikasi secara intens senantiasa dilakukan oleh PSSI dengan perwakilan FIFA untuk daerah Asia Tenggara terkait jumlah dan kapan bantuan dana akan dikucurkan.

Serta pengggunaan yang tepat dan terukur untuk kepentingan audit dan pelaporan keuangan nantinya seperti yang telah disebutkan di dalam sirkuler tersebut. ''Sebagai anggota asosiasi, PSSI pun memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada FIFA yang konsisten membantu dalam mengembangkan sepak bola di Indonesia. Bantuan yang diberikan nantinya akan dipergunakan secara tepat sasaran dan transparan untuk pelaksanaan program serta kelanjutan organisasi PSSI di tengah dampak pandemi COVID 19,'' ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *