Surabaya Bakal Terapkan Karantina Wilayah, Ini Persiapan Pemkot, 19 Akses Pintu Masuk Dijaga

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera menerapkan karantina wilayah. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona. Rencananya, karantina wilayah atau lockdown Surabaya akan diterapkan pada pekan ini.

Sejumlah persiapan teknis kini tengah dibahas oleh seluruh jajaran. Sederet persiapan tersebut dilakukan agar karantina wilayah dan berjalan dengan baik. Seperti yang diketahui, jumlah pasien yang terdeteksi positif virus corona terus bertambah.

Sampai hari Selasa 31 Maret 2020 total ada 1414 pasien positif virus corona. Dari 1414 pasien, 122 diantaranya meninggal dunia. Sedangkan 75 pasien telah dinyatakan sembuh dari virus corona.

Sejumlah daerah di Indonesia sendiri sudah menerapkan sistem karantina wilayah atau lockdown guna mengantisipasi merebaknya virus corona. Termasuk Surabaya yang tak lama lagi akan menerapkan karantina wilayah. Dengan berlakunya karantina wilayah pekan ini, maka akses akses masuk kota akan dibatasi dan dilakukan screening ketat.

Petugas hanya memperbolehkan warga dengan kendaraan pelat L (Surabaya) untuk masuk ataupun keluar. Itu pun keperluan mereka harus betul betul mendesak, seperti pemenuhan kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, petugas medis, petugas kepolisian, dan TNI juga diperbolehkan melintas.

"Jadi hanya pelat L (Surabaya) nanti yang boleh masuk, atau mungkin kalau dia bukan pelat L tapi dia punya KTP Surabaya. Dan untuk ( driver ojek) online juga kita batasi. Kita lakukan seleksi ketat keperluannya apa," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat, Senin (30/3/2020). Dalam melakukan screening ketat, petugas juga harus memastikan kondisi orang orang yang keluar masuk wilayah. Petugas harus melakukan sterilisasi kepada masyarakat melaluibilik disinfektan.

“Ini diharapkan nanti 24 jam dalam pengawasan untuk akses masuk ke Surabaya," ujar dia. Meski baru diterapkan pekan ini, sosialisasi karantina wilayah sudah mulai dilakukan sejak pekan lalu. “Mulai hari Jumat kemarin kita sudah lakukan sosialisasi dan pembatasan pembatasan ( barrier ). Jadi kita sudah kurangi yang empat tiga lajur, menjadi satu lajur. Nanti mungkin akan menjadi satu lajur saja, jika benar benar urgen," kata dia.

Ada 19 akses jalan yang diberlakukan dan dijaga ketat petugas di Surabaya. Di 19 pintu masuk ke Surabaya tersebut disiapkan posko dan bilik sterilisasi yang dijaga petugas gabungan dari beberapa instansi terkait. Sebanyak 19 pintu masuk ke Kota Surabaya itu yakni Stadion Gelora Bung Tomo (Pakal), Terminal Tambak Oso (Benowo), Dupak Rukun (Asemrowo), Kodikal (Pabean), Mayjen rumah pompa (Dukuh Pakis), Gunungsari (Jambangan), Kelurahan Kedurus (Karang Pilang), Masjid Agung (Kec. Gayungan), dan Jeruk (Lakarsantri).

Pintu masuk lainnya berada di Driyorejo, Benowo Terminal (Pakal), Tol Simo (Sukomanunggal), Mal City of Tomorrow (Dishub), MERR Gunung Anyar (Gunung Anyar), Suramadu (Kec. Kenjeran), Rungkut Menanggal (Gunung Anyar), Wiguna Gunung Anyar Tambak (Gunung Anyar), Margomulyo (Tandes), dan Pondok Chandra (Gunung Anyar). Langkah langkah tersebut diambil Pemkot karena kondisi penyebaran Covid 19 di Surabaya sudah memprihatinkan. "Jadi intinya adalah kita sudah bersiap untuk melakukan karantina wilayah di Surabaya karena meningkatnya penderita positif Covid 19 ini yang cukup memprihatinkan," kata Irvan.

Dia memastikan bahwa kebijakan tersebut segera diterapkan setelah persiapan sudah matang. "Minggu ini, mungkin dalam satu dua hari ini. Setelah semua posko posko lengkap, petugas juga sudah ter plotting semua," ungkapnya. Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, kebijakan itu harus diambil demi mencegah penyebaran Covid 19 di Surabaya.

"Informasi yang kami dapatkan itu, jadi Covid 19 ini bukan murni dari Surabaya, tapi memang dibawa dari luar. Nah, ini kan yang harus dicegah, harus diminimalisasi agar tidak menyebar," kata Febri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *