Sukses jadi Topskor Liga Spanyol Meski Punya Hobi Kelayapan Malam kisah Christian Vieri

Christian Vieri bercerita mengenai dirinya yang menjadi topskor di Liga Spanyol saat masih bermain untuk Atletico Madrid. Christian Vieri merupakan penyerang berbahaya pada masanya. Namanya lebih dikenal sebagai mantan striker Inter Milan karena bermain cukup lama bersama Nerazzuri.

Sejak datang pada musim panas 1999 dengan rekor transfer kala itu sebesar 46 juta Euro, Vieri menjadi penyerang tajam di Italia. Selama membela Inter hingga 2005, Vieri telah tampil sebanyak 190 pertandingan dengan torehan 122 gol serta tujuh assist. Namun sebelum menjadi seorang legenda di Inter, Vieri adalah sosok yang dipuja puja di Spanyol saat didatangkan Atletico Madrid dari Juventus pada musim panas 1997.

Meski hanya bermain selama astu musim di Spanyol, nyatanya Vieri meninggalkan sebuah kesan mendalam karena merupakan topskor dengan 24 gol. Torehannya tersebut unggul jauh dari Rivaldo yang membela Barcelona kala itu dengan 19 gol. Vieri pun menceritakan dirinya mampu mencetak banyak gol meski sering keluar setiap malam.

"Di Juventus saya adalah seorang profesional yang hebat." "Tapi saya merasa hebat di Spanyol di mana saya telah mencetak 29 gol dalam 31 pertandingan, mencetak 24 dalam 24 penampilan di Liga Spanyol musim 1997/98," jelas Vieri dilansir Dirinya pun mengaku sering keluar malam dan tidak sendiri dan tidak betah di rumah.

Meskipun begitu dirinya tetap menjadi seorang top skor di akhir musim. "Di Madrid, saya keluar setiap malam. Saya tidak sendirian, semua orang pergi." "Saya tidak bisa tinggal di rumah sendirian, bagaimanapun, saya adalah pencetak gol terbanyak di sana," jelas Vieri.

"Kadang kadang kita pergi makan malam sedikit terlambat, lalu minum dan berjalan jalan," imbuhnya, Vieri sendiri hanya menghabiskan satu musim bersama Atletico karena performanya menarik minat Lazio untuk merekrutnya pada 1998 dengan mahar 28 juta Euro. Di Lazio pun Vieri tidak kehilangan tajinya karena mampu mencetak 14 gol dari 28 pertandingannya.

Inilah yang membuat Inter merekrutnya setahun kemudian. Setelah bersama Inter, Vieri menyebrang ke musuh bebuyutan Nerazzuri, AC Milan. Sayang, di Milan, permainan Vieri tidak berkembang karena hanya mampu membukukan dua gol dari 14 laganya.

Setelah itu dirinya malang melintang di berbagai klub mulai dar AS Monaco, Sampdoria, Foirentina hingga akhirnya memutuskan pensiun saat berseragam Atalanta pada 2009 lalu. Di level internasional pun Vieri cukup diandalkan oleh Timnas Italia dan berhasil mencetak 23 gol dari 49 pertandingan yang sudah dilakoninya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *