RSUD Abdul Wahab Sjaranie Samarinda Periksa 8 Pasien Terduga Virus Corona, Hasilnya Negatif

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjaranie, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, membenarkan telah melakukan pemeriksaan kepada sedikitnya 8 orang terduga virus Corona. Pasien tersebut merupakan penumpang pesawat yang transit dari Bandara Singapura dan Bandara Soekarno Hatta (Soeta). Kabid Pelayanan RSUD Abdul Wahab Sjaranie, dr Nurliana Adriati Noor MARS membenarkan rumah sakit tempatnya mengabdi telah melakukan pemeriksaan kepada 8 orang terduga virus Corona.

"Semua terduga virus corona tersebut merupakan penumpang pesawat dari luar negri, yakni dari Singapura menuju Soeta dan ke Bandara Aji Pangeran Temenggung Pranoto (APTP) Samarinda," lanjutnya. Namun demikian, dikatakan Nurliana, seluruh pasien terduga virus Corona tersebut telah dinyatakan negatif dan telah dipulangkan. Akan tetapi, sebelumnya, semua pasien diberikan edukasi.

"Sebelum mereka kita lakukan pengecekan, mereka terlebih dahulu melalui screaning di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara masing masing," tandasnya. "Jadi, setelah kita juga lakukan pemeriksaan dan dinyatakan negatif, maka tidak dilakukan rawat inap dan dipulangkan," lanjutnya. Hingga saat ini, sudah 12 negara di berbagai belahan bumi yang positif mengumumkannya.

Adapun kabar sebelumnya menyebutkan ada 10 negara, mulai dari Asia hingga Australia. Apa saja itu, berikut daftarnya dilansir dari AFP, Sabtu (25/1/2020). Negeri pimpinan Presiden Xi Jinping itu pertama kali mengumumkan keberadaan virus tersebut di Wuhan, yang masuk dalam Provinsi Hubei. Dari 41 korban meninggal yang tercatat, sebagian besar berada di Wuhan, sedangkan dua sisanya terjadi di luar Hubei.

Di Makau, kota yang terkenal dengan judinya itu sudah mencatat dua kasus. Adapun di Hong Kong, otoritas setempat mencatat lima pasien. Sejumlah pakar meyakini, virus itu bersumber dari sebuah pasar ikan Wuhan, yang ditengarai menjual hewan eksotis tetapi liar.

Negara yang terkenal dengan Menara Eiffel dan anggur itu mengumumkan, terdapat tiga kasus orang yang positif terjangkit virus Corona. Dua di antara tiga orang yang terinfeksi dirawat di Paris, dan diketahui masih sanak keluarga. Sementara sisanya di Bordeaux. Tiga pasien yang terinfeksi itu sama, mereka menunjukkan gejala adanya virus Wuhan itu setelah bepergian dari China. Otoritas kesehatan "Negeri Sakura" menyatakan, mereka menemukan kasus lain pada Jumat (24/1/2020), menjadikannya yang kedua.

Korban yang tak disebutkan identitasnya itu merupakan pria berusia 40 an, dan berasal dari Wuhan yang bepergian ke China. Adapun kasus pertama terjadi pekan lalu, di mana seorang pria dirawat pada 10 Januari sekembalinya dia dari Wuhan. Pada Sabtu, "Negeri Kanguru" mengonfirmasi kasus pertamanya yang menimpa seorang pria asal Melbourne sehabis bepergian dari China pekan lalu.

Pemerintah melalui Menteri Kesehatan Greg Hunt meminta para penumpang pesawat yang sama dengan pasien agar melapor. Negara pimpinan Perdana Menteri Mahathir Mohamad ini mencatat adanya tiga kasus, di mana mereka merupakan warga China. Para pasien merupakan pelancong yang berasal dari Wuhan. Mereka diketahui sampai di Malaysia selepas dari Singapura dua hari sebelumnya.

Otoritas menjelaskan, korban adalah perempuan 66 tahun, lalu dua bocah berumur dua dan 11 tahun yang saat ini berada dalam kondisi baik. Pemerintah Nepal menyatakan, kasus perdana virus Corona menimpa seorang pria 32 tahun yang baru saja kembali dari Wuhan. Pasien itu sempat dikarantina, dan saat ini sudah diperbolehkan ke luar dari rumah sakit. Pemerintah pun tidak ingin kecolongan lagi. Mereka meningkatkan pengawasan di bandara, dan setiap penumpang pesawat yang baru datang ke Nepal bakal diperiksa.

Terdapat tiga kasus yang menghantam "Negeri Singa", di mana dua di antaranya terjadi pada ayah dan anak, berusia 66 dan 37 tahun. Keduanya mulai menunjukkan gejala sakit saat berada di Singapura, Senin (20/1/2020). Adapun yang ketiga adalah wanita 52 tahun. Pada Jumat, pemerintahan Presiden Moon Jae in mengumumkan kasus kedua, di mana pasien adalah pria berumur 50 an. Dia menunjukkan gejala patogen 2019 nCov ketika bekerja di Wuhan pada 10 Januari.

Dia dites saat kembali, di mana hasilnya positif. Adapun kasus pertama terjadi pada 20 Januari, di mana seorang perempuan 35 tahun terkena virus Corona sekembalinya dari Wuhan. Keduanya saat ini berada dalam perawatan, dengan kondisinya dilaporkan membaik. Pulau dengan pemerintahan mandiri yang hendak disatukan oleh China itu sejauh ini sudah mengumumkan adanya tiga kasus.

Sejak saat itu, otoritas Taiwan melarang warganya bepergian ke Hubei atau Wuhan, dan segala kedatangan dari Wuhan bakal ditolak. Kemudian, setiap penumpang yang datang dari Hong Kong atau Makau wajib mengisi formulir kesehatan saat mendarat. Selain itu, Taipei juga melarang adanya ekspor masker kesehatan demi memenuhi kebutuhan internal selama sebulan.

Negara Asia Tenggara yang terkenal dengan pantai indahnya itu sudah mencatatkan lima kasus, dengan empat di antaranya warga China. Keempatnya berasal dari Wuhan. Sementara satu korban lagi merupakan perempuan Thailand 73 tahun, dan baru kembali dari kota yang merupakan asal muasal virus tersebut. Kementerian Kesehatan Thailand mengungkapkan, dua pasien China sudah kembali ke negaranya setelah mendapat perawatan intensif.

Pada Selasa (21/1/2020), Washington melalui otoritas kesehatan mengumumkan kasus pertama virus Corona di Seattle yang menerpa pria 30 an. Kemudian, kasus kedua dilaporkan pada Jumat, di mana korbannya merupakan perempuan 60 tahun yang tinggal di Chicago. Negara Vietnam mengonfirmasi dua kasus pada Kamis (23/1/2020), di mana mereka merupakan ayah dan anak di Ho Chi Minh City.

Si ayah duluan yang terkena patogen dengan nama lain virus Wuhan itu, sebelum kemudian si anak menunjukkan gejala yang sama. Kementerian Kesehatan Vietnam memaparkan, keduanya kini berada dalam kondisi stabil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *