Risma akan Berikan Protokol Kesehatan buat Pabrik 34 Karyawan Pabrik Sampoerna Positif Corona

Update klaster virus corona (Covid 19)di pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Jawa Timur. Sebanyak34 karyawan pabrik rokok Sampoerna dinyatakan positif Covid 19 dari hasil tes swab PCR yang dilakukan oleh tim medis Rumah Sakit Dokter Sutomo Surabaya. Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengatakan, hasil PCR yang keluar, tercatat ada 34 positif corona dari 46 karyawan yang diambil swab.

"Dari gelombang pertama yang 46 itu 34 dinyatakan positif. Jadi ini luar biasa," ujarnya. Joni Wahyuhadi menambahkan, pihaknya telah melakukan rapid test 323 karyawan Pabrik Sampoerna. Hasil dari 323 test swab, ada 100 karyawan dinyatakan reaktif atau hasil rapid testnya positif.

Mendapati lebih dari 10 persen terbukti positif Covid 19 lewat tes PCRitusangat menyita perhatiannya. Pasalnya hal ini membuktikan seberapa menularnya virus corona apabila masyarakat tak mengindahkan protokol kesehatan yang berlaku. "Biasanya yang positif dari rapid test itu kan 10 persen, begitu ya."

"Berarti ini sangat infeksius, jenis virus yang sangat cepat menularnya," papar Joni. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini buka suara terkait penyebaran virus corona di pabrik rokok Sampoerna. Kasus di pabrik rokok Sampoerna ini terungkap setelah dua orang karyawan meninggal pada bulan April lalu.

Keduanya dinyatakan positif terpapar Covid 19. Sementara itu, Risma membantah jika kasus di Pabrik Sampoerna disebut sebagai klaster baru Covid 19 di Surabaya. Menurutnya, kasus virus corona itu bukanlah kluster baru.

Hal itu disampaikanTri Rismaharini dalam video yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Sabtu (2/5/2020). "Dia (karyawan pabrik) bukan kluster baru," kata Risma. Risma juga mengungkapkan, kasus di Pabrik Sampoerna memang bermula dari pasien yang tak jujur dan memilih tetap bekerja.

Padahal, seharusnya mereka menjalani karantina. Ia menambahkan, karyawan pabrik itu awalnya sudah dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). "Jadi yang di awal itu kita ya waktu itu kan puskesmas nanganin sendiri."

"Jadi pengawasannya kurang, dia tetap kerja, sebetulnya dia sudah PDP," ujarnya. Selain itu, Risma menyatakan, bakal memberikan protokol kesehatan ke pabrik rokok Sampoerna. Protokol kesehatan wajib dipatuhi semua karyawan agar penyebaranvirus corona tidak menyebar ke karyawan lain.

Risma mengatakan, Pabrik Sampoerna sebenarnya sudah menerapkan social distancing dan ruang kerjanya pun sudah diberikan jarak. "Kita sekarang lagi menyiapkan protokol," ucap Risma. "Sebetulnya mereka sudah melakukan social distancing , di mana jaraknya sudah dua meter."

"Tapi mungkin kejadiannya sebelum itu," imbuhnya. Sebelumnya, Joni Wahyuhadi menyampaikan, ada dua karyawan Pabrik Sampoerna dinyatakan positif corona. Namun, Joni mengatakan, karyawan tersebut dinyatakan meninggal dunia pada 14 April 2020 lalu.

Hal itu disampaikan dr Joni Wahyuhadi dalam video yang diunggah di kanal YouTube tvOneNews, Kamis (30/4/2020). "Yang meninggal dua orang, statusnya positif." "Tapi sudah tanggal 14 April yang lalu meninggalnya," ujar Joni Wahyuhadi saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (29/4/2020).

Joni menyebut, pihaknya tengahmelacakriwayat perjalanan dari dua karyawan positif corona itu. "Sedang di tracing lebih lanjut." "Kami sudah bertemu dengan manajemen perusahaan untuk menangani persoalan ini," paparnya.

Joni menjelaskan, ada sembilan pegawai yang tengah menjalani perawatan. "Dari dua, ada sembilan yang sakit itu dimasukkan ke rumah sakit," kata Joni. Selain itu, ia menyebut,ada323 pekerja lainnya sudah menjalani rapid test dan 100 orang di antaranya dinyatakan positif.

"Kemudian ada 165 yang sudah di swab," ujarnya. "Ada 323 yang sudah di rapid test, dari 323 itu 63 positif tadi malam." "Kemudian dilaporkan sore ini kira kira menjadi 100," sambungnya.

Kini ratusan pegawai Pabrik Sampoerna telah diisolasi di sebuah hotel di Surabaya. Sementara itu, pabrik Sampoerna menutup sementara kegiatan produksi di pabrik Rungkut 2 sejak 27 April 2020. Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Elvira Lianita menyampaikan, pihaknya bekerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Surabaya dan Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Elvira Lianita melalui siaran pers pada Kamis (30/4/2020), dikutip dari . Dalam siaran pers itu, Elvira menuliskan, terkait data karyawan yang terpapar virus corona tidak akan diinformasikan kecuali dengan pihak kepolisian. "Kami juga telah menyerahkan data dan informasi terkait karyawan kami kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Surabaya dan Jawa Timur."

"Dengan memegang prinsip perlindungan data pribadi atas karyawan kami yang terdampak, maka kami tidak memberikan data dan informasi kepada pihak lain selain pihak yang berwenang," tulis Elvira Lianita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *