Polisi Tetapkan Tersangka Bocah 14 Tahun Tewas Setelah Pisau Pemotong Rumput Terpental menuju Kepala

Seorang bocah berusia 14 kehilangan nyawa saat menyaksikan proses pemotongan rumput. Bocah berinisial RAM (14) ini sedang menonton proses pemotongan rumput bersama teman temannya. Lokasi pemotongan rumput ini rencananya akan dibuat lapangan sepakbola.

RAM dan teman temannya yang antusias dengan kabar pembuatan lapangan sepakbola pun menyaksikan proses pemotongan rumput. Keceriaan RAM seketika menjadi malapetaka saat sebuah kejadian tak terduga menghampiri. RAM tewas setelah mesin pemotong rumput lepas dan terpental.

Nahas, alat pemotong rumput tersebut justru terpental dan mengenai kepalanya. RAM yang sempat meregang nyawa ini akhirnya meninggal dunia. Peristiwa nahas ini terjadi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Pihak kepolisian kemudian menyelidiki kasus tewasnya bocah berusia 14 tahun ini. Mereka bahkan sudah mengamankan pria yang memotong rumput di lapangan tersebut. Polisi pun telah menetapkan tersangka dari kasus ini.

Meski sudah menetapkan tersangka, pria yang memotong rumput kini tak ditahan. Berikut kronologi terpentalnya alat pemotong rumput yang menewaskan bocah berusia 14 tahun ini. Mendengar kabar adanya pembuatan lapangan sepak bola, membuat RAM dan kawan kawannya tertarik untuk menyaksikan.

Calon lapangan sepak bola di Dusun 2, Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa, KabupatenDeli Serdang,Sumatera Utaraitu merupakan tanah kosong. Saat itu, S (49), warga Desa Naga Timbul, bertugas memotong rumput dengan mesin. RAM pun asyik menonton S dengan jarak 10 meter dari belakang.

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Deli Serdang Iptu Ricardo membenarkan informasi kejadian tersebut saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2020). Mesin pemotong rumput S tiba tiba mengenai batu. Akibatnya, pisau dari alat tersebut terpental ke arah RAM.

Pisau tersebut kemudian menancap di kepala RAM. Sontak suasana berubah menjadi mencekam. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Sehat Tanjung Morawa lalu dirujuk ke RS Grand Medistra Lubuk Pakam.

Namun korban tidak dapat tertolong hingga dinyatakan meninggal dunia. Meski diduga bukan sebuah kesengajaan, polisi mengamankan S. Telah dimintai keterangan terkait peristiwa nahas tersebut.

Kapolsek Tanjung Morawa AKP Sawangin mengatakan, pihaknya telah menetapkan S sebagai tersangka. "Kemarin S sudah kami amankan dan kami mintai keterangan. Sampai saat ini pihak keluarga korban tidak ada membuat laporan atas kejadian tersebut.

Namun S tetap wajib lapor kepada kami,” kata Sawangin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *