Ini Penjelasannya 100 Orang Reaktif 2 Karyawan Positif Corona Bagaimana Kualitas Produk Sampoerna

Sebanyak 2 orang karyawan PT HM Sampoerna, Rungkut, Surabaya, meninggal dunia dan dinyatakan positif corona. Sementara itu, 100 orang reaktif Covid 19 dari hasil rapid test. Lalu bagaimana kualitas produk Sampoerna?

Diketahui, kabar meninggalnya 2 karyawan itu disampaikan oleh Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganann Covid 19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi pada Rabu (29/4/2020) malam. Dari hasil tracing, 9 orang dinyatakan sebagai PDP lantaran mengalami gejala Covid 19. Tim gugus tugas juga akan melakukan rapid test terhadap 323 karyawan.

Hasilnya, 100 orang dinyatakan reaktif Covid 19. Sementara itu, hingga Rabu malam, sebanyak 163 karyawan menjalani tes swab pengambilan spesimen untuk diuji dalam PCR. Sebanyak 500 karyawan PT HM Sampoerna juga telah diliburkan.

Terkait hal tersebut, PT HM Sampoerna langsung mengambi langkah untuk memutus rantai penularan. Sampoerna ternyata telah mengehentikan produki di pabrik Rungkut 2 sejak tanggal 27 April 2020. "Penghentian sementara ini bertujuan agar kami dapat melaksanakan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh di area pabrik Rungkut 2 guna menghentikan tingkat penyebaran virus COVID 19 yang saat ini telah berdampak pada beberapa karyawan kami di lokasi tersebut," terang Direktur PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita dalam rilis yang diterima redaksi Surya.co.id , Kamis (30/4/2020).

Sampoerna juga mengambil langkah langkah bagi karyawan maupun proses produksinya. Lalu bagaimana kualitas produk Sampoerna? Masih mengutip dari Sampoerna telah mematuhi seluruh peraturan yang berlaku dan menjalankan protokol kesehatan.

Selain itu, Sampoerna juga memastikan bahwa kualitas produk merupakan prioritas perusahaan. Sampoerna kini melakukan karantina produk selama lima hari sebelum akhirnya dipasarkan kepada konsumen dewasa. Waktu tersebut dua hari lebih lama dair batas atas stabilitas lingkungan Covid 19 yang disarankan oleh European CDC (European Centre for Disease Prevention and Control) dan World Health Organization (WHO).

Mengacu pada ketentuan tersebut, Covid 19 dapat bertahan selama 72 jam pada permukaan plastik dan stainless steel. Virus corona juga bertahan juga bertahan kurang dari 4 jam pada tembaga dan kurang dari 24 jam pada kardus. Sampoerna juga menerapkan berbagai upaya secara ketat di seluruh area kantor dan fasilitas produksi untuk melindungi karyawan.

Pada Kamis (30/4/2020), RSUD dr Soetomo telah melakukan tes swab PCR terhadap 40 karyawan pabrik Sampoerna. Menurut Humas RSUD dr Soetomo Surabaya dr Pesta Parulian, tes swab akan dibagi dalam beberapa tahap untuk upaya physical distancing. "Ini dimaksudkan untuk bisa menjaga jarak karena kami juga melakukan screening kepada pasien umum yang lain," kata dia saat dihubungi, Kamis (30/4/2020), mengutip

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, bahwa dua pasien yang meninggal karena corona sebelumnya berstatus sebagai PDP. Namun karena pengawasan yang kurang, dua orang tersebut nekat bekerja. "Sebetulnya dia (pasien) saat itu (status) sudah PDP. Tapi, dia kerja, jadinya nulari (menularkan). Tapi, mudah mudahan enggaklah."

Menurut Risma, ratusan karyawan yang telah menjalani rapid test kini diisolasi di sebuah hotel dan ditanggung oleh Sampoerna. "Makanya mereka (karyawan Sampoerna) dimasukkan hotel (menjalani karantina) dan semua biaya ditanggung Sampoerna," kata Risma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *