BIN Gelar Rapid & Swab Test Massal di Tangerang Sasar Zona Merah

Badan Intelijen Negara (BIN) gencar melakukan rapid dan swab test massal terkait virus corona atau Covid 19 di sejumlah daerah di Indonesia. Selain di Surabaya, Jawa Timur, BIN pun menggelar kegiatan rapid dan swab test massal di Kawasan Bisnis CBD Ciledug, Jalan HOS Cokroaminoto RT 001, RW 001, Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten Sabtu (30/5/2020). Kegiatan rapid test massal ini merupakan arahan dari Kepala BIN Jenderal (purn) Budi Gunawan untuk membantu pemerintah dalam percepatan penanganan Covid 19.

Staf Khusus KaBIN Mayjen TNI (Purn) Neno Hamriono mengatakan, selain menyediakan kit rapid test, pihaknya pun membawa mobil laboratorium untuk swab test apabila dari hasil rapid ada yang reaktif. Kegiatan inibekerja sama dengan Pemkot Tangerang “Kenapa di daerah ini kami pilih sebagai tempat untuk rapid test? Karena adanya permintaan dari Pemerintah Kota Tangerang. Selain itu juga daerah ini merupakan daerah zona merah atau epicentrum (penyebaran Covid 19),” kata Neno dikutip dari keterangan yang diterima.

Neno mengatakan, dalam kegiatan ini BIN menyediakan 700 kit rapid test. Kegiatan pun berlangsung dari pagi hingga kit tersebut habis. "Masyarakat yang datang akan kami layanani semaksimal mungkin, memang targetnya ada 500. Namun apabila yang datang lebih dari 500 orang itu kami akan tetap melayani sampai semua yang datang dilakukan rapid test seluruhnya dan swab test tentunya kalau ada yang reaktif dari rapid test,” ujarnya.

Menurut dia, kegiatan tersebut sebagai upaya proatif dari BIN untuk menyisir wilayah epicentrum sesuai dengan program pemerintah. "Tentunya kami melakukan test masif kemudian tracking yang agresif dan isolasi yang ketat. Program ini apabila terus dilakukan saya yakin dalam waktu tidak terlalu lama dapat mengatasi masalah virus corona ini,” kata Neno. Neno juga menerangkan, apabila dari hasil rapid test ada yang reaktif, akan langsung dilanjutkan dengan swab test.

"Sesuai prosedur yang reaktif ini akan kami lakukan swab test kemudian akan lakukan PCR. Keuntungan yang kami lakukan adalah akan memperoleh waktu kurang lebih lima sampai enam jam itu hasilnya sudah keluar,” tambah Neno. Neno mengatakan, biasanya pihaknya melakukan test ini apabila hasilnya di atas sepuluh persen per hari itu ada kemungkinan perpanjang. Namun, jika hasilnya di bawah sepuluh persen itu tidak diperpanjang lagi.

Menurut Neno, swab test dengan mobil laboratorium ini lebih efektif ketimbang harus ke rumah sakit. “Ini lebih cepat dibanding kegiatan (swab test) di luar yang mengantre sampai satu dua minggu,” ujar Neno. "Kalau swab test kami ada dua mobil. Satu kendaraan itu ada dua kemampuannya adalah 76 sampel. Jadi kami bisa maksimal swab test maksimal bisa mencapai 200 hingga 300 sampel sekali jalan selama 5 jam. Jadi hasilnya itu hari ini juga bisa tahu,” tambah Neno.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin yang hadir mendampingi kegiatan mengucapkan terima kasih kepada BIN yang sudah menggelar rapid test massal tersebut. “Saya berterima kasih kepada BIN yang sudah melakukan rapid test bahkan melakukan swab test dan pcr jika ada yang reaktif. Saat ini Pemkot Tangerang sedang melakukan evaluasi PSBB dengan gubernur dalam rangka persiapan penerapan new normal,” ujar Sachrudin. BIN memang telah gencar menggelar rapid test massal dan memberikan bantuan alat alat kesehatan ke sejumlah Rumah Sakit.

Adapun titik titik yang sudah digelar rapid test masal diantaranya di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok maupun Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *