Berani Datang menuju Jakarta Artinya Berani Mengambil Risiko Minta Warganya Tak Mudik Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganggap tidak mudik adalah hal yang ringan untuk dilakukan. Ia percaya warga di Ibu Kota mampu menahan keinginan mereka agar tidak mudik di tengah pandemi Virus Corona (Covid 19). Anies mengatakan bagaimana masyarakat Indonesia yang datang ke Jakarta adalah orang orang yang berani menghadapi masalah.

Dikutip dari YouTube Indonesia Lawyers Club (ILC), awalnya Anies berpesan kepada warga Jakarta yang berencana keluar dari Ibu Kota. "Saya ingin sampaikan kepada semua, bila Anda meninggalkan Jakarta belum tentu Anda bisa pulang cepat ke Jakarta," kata Anies. "Karena di tempat ini kita akan melakukan pembatasan atas mereka yang mudik, ini harus dilakukan karena keselamatan adalah nomor satu," sambungnya.

Anies mewanti wanti kepada para warga di Ibu Kota yang ingin mudik agar berpikir betul soal keputusan mereka sebelum keluar dari Jakarta. "Karena itu bila merencanakan mudik pikirkan, belum tentu bisa pulang cepat." "Ini artinya kita lakukan sampai Jakarta betul betul aman dari pandemi Covid," imbuhnya.

Mantan Menteri Pendidikan, dan Kebudayaan itu lalu menggambarkan bagaimana kondisi di Jakarta apabila mobilitas orang tidak dihentikan. "Kalau belum aman, dan kita membiarkan orang bolak balik, maka tempat ini akan terus menerus terancam, dan kalau terus menerus terancam artinya apa," papar Anies. "Sekolah terus ditutup, bekerja terus di rumah, kegiatan sosial akan terus dibatasi, kegiatan keagamaan akan terus di rumah."

"Jadi konsekuensi dari ketidaksabaran kita untuk tetap mudik itu memperpanjang masa berat yang sekarang kita hadapi," lanjutnya. Selanjutnya Anies menceritakan bagaimana dirinya percaya terhadap kekuatan yang dimiliki oleh orang orang yang tinggal di Ibu Kota. "Karena itu saya percaya warga Jakarta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia adalah orang orang yang tahan, tangguh ulet," jelas Anies.

Anies mengatakan orang yang merantau ke Jakarta semuanya telah mengerti risiko, dan masalah yang akan dihadapi di DKI. Ia bahkan menganggap tidak mudik adalah persoalan ringan apabila dibandingkan saat para perantau memutuskan pergi mengadu nasib ke Jakarta. "Kalau hanya diminta untuk menunda kepulangan pasti tahan, karena berani datang ke Jakarta itu artinya berani mengambil risiko, berani menghadapi masalah, berani untuk menyelesaikan masalah," terang Anies.

"Dan masalah yang dihadapi hari ini adalah menunda kepulangan, bukan sesuatu yang amat sulit." "Ini jauh lebih ringan dibandingkan berangkat dari kampung halaman menuju ke Jakarta berhadapan dengan segala macam tantangan di kota ini," lanjutnya. Anies yakin apabila warga Jakarta menuruti imbauan untuk bertahan di Ibu Kota maka pandemi Covid 19 akan segera berakhir.

"Jadi saya mengirimkan pesan ini kepada semuanya, tahan diri, tinggal lah di Jakarta sampai ini tuntas, dan saya percaya kalau itu dilakukan kita akan bisa melewati masa masa ini dengan cepat, dan baik Insyaallah," pungkasnya. Pada acara yang sama, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin ikut menanggapi soal larangan mudik di tengah pandemi Virus Corona (Covid 19). Ngabalin menggunakan hadis Nabi Muhammad SAW tentang akhlak yang ia kaitkan soal larangan mudik.

Berdasarkan penjelasannya penting bagi umat muslim untuk mengikuti hadis nabi agar bisa menahan diri tidak mudik supaya pandemi Covid 19 dapat cepat berakhir. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat hadir di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Rabu (29/4/2020). Awalnya Ngabalin mengungkit hal hal positif yang dapat dilakukan selama bulan Ramadan di tengah pandemi Covid 19.

"Dalam bulan suci Ramadan ini, dengan Covid 19 ini membuat kita jadi bisa tamat Al Qur'an dalam satu bulan Ramadan ini bisa tiga sampai dengan empat kali," kata dia. "Para guru guru kita itu sampai 10 kali, sampai 15 kali," tambahnya. Ngabalin kemudian menyinggung nasib orang orang yang tidak bisa pulang kampung karena pandemi Covid 19.

"Mungkin pada bulan ini kita merasakan meskipun banyak orang bisa berkumpul dengan anak dan istri mereka tapi ada orang juga yang tidak bisa berkumpul," terang dia. "Itulah orang orang yang tidak bisa kembali." Pria kelahiran Fakfak itu lanjut menjelaskan bagaimana proses larangan mduik mulai dari pertama hanya dikhususkan untuk Aparatarur Sipil Negara (ASN), hingga saat ini berlaku ke seluruh masyarakat.

"Tahapan pertama kemarin adalah larangan terhadap aparatur sipil negara, setelah berjalan kemudian, pemerintah, amir, pemangku kuasa negara membuat larangan untuk orang tidak boleh pulang, tidak boleh mudik," paparnya. "Sebuah larangan dalam rangka untuk kemaslahatan orang banyak," lanjut Ngabalin. Ngabalin lalu menyinggung soal hadis Nabi Muhammad SAW.

Hadis yang ia singgung berisi soal bagaimana umat muslim harus mengedepankan akhlak. "Dalam posisi ini lah menurut saya bagi kita umat Islam penduduk paling terbanyak di republik ini, konsep yang paling pertama yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah moral ability , akhlak yang dikedepankan," papar Ngabalin. "Makanya dalam hadis nabi itu kan, kita selalu menggunakan para ustaz, para tuan guru selalu mengatakan itu bahwa kehadiran Muhammad SAW itu adalah menegakkan dan memperbaiki akhlak, dan budipekerti daripada manusia," lanjutnya.

Berdasarkan hadis tersebut, Ngabalin berharap masyarakat bisa menahan diri keinginan untuk pulang kampung demi selesainya wabah Covid 19. "Kalau kita bisa sedikit menahan diri dari apa yang keinginan kita kembali ke kampung ini, maka kita punya upaya dan langkah langkah untuk bisa mempercepat kembalikan Corona ini di sisi Allah SWT," kata dia. Mantan Anggota DPR itu juga mengatakan bahwa Covid 19 adalah mahkluk buatan Allah SWT.

"Kenapa? Karena tidak ada pilihan lain, Covid ini adalah mahkluk Allah, benar tidak ada orang yang membantah itu, dia lah Allah yang mendatangkan, dan nanti dia juga Allah yang mengembalikan Covid, Corona ini," ujar Ngabalin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *