Berada di Area Rumah yang Bakal Dijual Seharga Rp 32 Miliar, Begini Nasib Makam Alm Suami Muzdalifah

Muzdalifah ungkap alasannya menjual rumah mewahnya seharga Rp 32 miliar. Terungkap begini nasib makam mendiang suami pertamanya yang ada di sekitarrumahnya itu. Muzdalifah rupanya telah mantap untuk memutuskan menjual rumah megahnya yang bak istana. Rumah Muzdalifah yang berlokasi di kawasan Tangerang, Banten itu disebut sebut akan dijual seharga Rp 32 miliar.

Istri Fadel Islami ini sendiri telah mengunggah potret rumah yang memiliki 12 kamar itu melalui Instagram nya. Baru baru ini Muzdalifah membeberkan alasannya menjual rumah tersebut. Muzdalifah dan anak anaknya mengaku tak masalah jika rumah tersebut harus dijual.

"Aku ama anak anak nggak masalah (menjual rumah)," kata Muzdalifah seperti dikutip darivideo yang diunggah di kanal YouTube Cumicumi.com. "Ya karena kan anak anak di Jakarta, ya sudahlah," lanjutnya. Istri Fadel Islami itu mengungkapkan dirinya kini juga sudah tinggal di Jakarta.

"Tapi aku biasa aja sih. Aku sudah tinggal di Jakarta juga," ungkapnya. Muzdalifah pun menanggapi rumor rumahnya akan dibeli olehUya Kuya. Ia mengungkapkandirinya terbuka dengan siapa saja yang akan membeli rumahnya.

"Aku mah siapa aja terbuka, yang penting berkah, sehat, aku sama anak anak sehat," tutur Muzdalifah. "Aku nggak punya niat buruk. Nggak ada," sambungnya. Di kesempatan itu, Muzdalifah juga angkat bicara soal makam suami pertamanya.

Diketahui, makam suami pertama Muzdalifah berada di rumah tersebut. Muzdalifah mengaku tak terlalu ambil pusing terkait makam tersebut. "Nggak masalah ya (perihal makam). Kan bisa ziarah. Keluarga saya di situ juga banyak," jelas Muzdalifah.

Sementara itu, kabar terkait Muzdalifah yang menjual rumahnya memang telah tersebar sejak beberapa waktu lalu. Namun, baru kali ini Muzdalifah membenarkan kabar tersebut. Di usia yang masih muda, Muzdalifah telah menikah dengan seorang pria yang bernama Haji Nurman.

Haji Nurman yang merupakan suami pertama Muzdalifah ini memulai usahanya menjadi seorang pengepul barang rongsokan dalam skala kecil. Meskipun memulai usahanya dengan menjadi pengepul barang rongsokan, namun tak membuat semangat Haji Nurman putus asa. Berkat ketekunan, kerja keras dan pintarnya memanajemen keuangan, bisnis kecil Haji Nurman ini semakin berkembang pesat.

Tak ingin melewatkan kesempatan yang ada, Haji Nurman mulai mengembangkan usahanya dengan jual beli besi bekas. Rupanya Dewi Fortuna masih berpihak kepadanya, usaha suami pertama Muzdalifah tersebut berbuah manis dan terus berkembang. Selain memiliki bisnis tersebut, Haji Nurman juga mempunyai aset lainnya seperti tanah dan rumah di berbagai wilayah Tangerang.

Hingga kesuksesannya ini ia wujudkan dengan membuat rumah mewah yang berlapis emas seluas 900 meter persegi di areal lahan 3000 meter persegi. Belum sempat mengembangkan usahanya semakin melebar, haji Nurman telah dipanggil Sang Kuasa lebih dahulu. Haji Nurman meninggal pada tahun 2011, sepeninggal dirinya semua unit usaha, aset dan tabungan jatuh ke tangan Muzdalifah.

Tak kalah hebat dari sang suami, pengelolaan keuangan dalam usaha yang dilakukan oleh muzdalifah juga berbuah manis. Walaupun tidak memulai dari nol, setidaknya Muzdalifah tetap mampu melanjutkan usaha yang diwariskan oleh sang mediang suami hingga saat ini. Maka tak heran jika harta warisan yang diterima Muzdalifah begitu banyak, hingga membuatnya bergelimang harta.

Dan hingga kini usaha jual beli besi rongsok milik Haji Nurman yang diteruskan oleh Muzdalifah menjadi sangat sukses dan mampu memenuhi kebutuhannya bersama keempat anaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *