Begini Suasana Berbeda di Pabrik setelah Beroperasi Ingat Kasus Corona di Pabrik Sampoerna Surabaya

Masih ingat dengan temuan kasus positif Corona di pabrik rokok Sampoerna Surabaya? Ya, awalnya dua orang karyawan Sampoerna dinyatakan positif Corona. Malangnya, dua karyawan positif itu meninggal dunia.

Setelah adanya dua karyawan positif meninggal dunia tersebut, manajemen Sampoerna pun melakukan sejumlah langkah termasuk menutup sementara operasional pabrik sejak 27 Apri 2020. Penghentian sementara ini mengacu pada Peraturan Gubernur Jatim No 18/2020 dan PERWALI No 16/2020 tentang PSBB. Selain itu dilakukan pula tes terhadap 323 karyawan lainnya dan hasilnya di antaranya terdapat 34 karyawan positif Corona.

Kini setelah ditutup sementara, pabrik rokok Sampoerna itu telah beroperasi kembali. Namun, pemandangan berbeda terlihat di pabrik yang kini menerapkan protokol kesehatan pencegahan Corona. Penerapan protokol kesehatan itu mulai dari pengecekan suhu tubuh karyawan sebelum masuk, pemakaian masker dan handsanitzer sertamenjaga jarak di berbagai area perusahaan.

Berikut foto foto suasana pabrik Sampoerna setelah pabrik itu sempat berhenti beroperasi karena adanya karyawan positif Corona. Foto diperbandingkan antara sebelum adanya wabah Corona dan setelah adanya wabah: Sebelumnya, Manajemen PT HM Sampoerna Tbk memastikan rokok rokok produknya tetap aman dari virus covid 19, meski dua orang pegawainya meninggal dunia karena terpapar virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China tersebut.

Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Elvira Lianita menjelaskan upayanya untuk mencegah produknya terpapar virus. Selain mematuhi semua peraturan yang berlaku dan menjalankan protokol kesehatan, Sampoerna memastikan bahwa kualitas produk merupakan prioritas perusahaannya. Untuk itu, pihaknya melakukan karantina produk selama lima hari sebelum akhirnya didistribusikan ke konsumen dewasa, atau dua hari lebih lama dari batas atas stabilitas lingkungan COVID 19 yang disarankan oleh European CDC (European Centre for Disease Prevention and Control) dan World Health Organization (WHO).

Sesuai ketentuan tersebut virus covid 19 dapat bertahan selama 72 jam pada permukaan plastik dan stainless steel, kurang dari 4 jam pada tembaga dan kurang dari 24 jam pada kardus. Selain itu, PT Sampoerna juga berupaya melakukan pencegahan penyebaran covid 19 sejak pertengahan bulan Maret 2020, sebelum temuan 2 karyawan Sampoerna yang positif Covid 19. Sampoerna juga telah melakukan berbagai upaya dan menerapkan praktik protokol kesehatan secara ketat di seluruh area kantor dan fasilitas produksi untuk melindungi karyawan, antara lain, membatasi akses ke fasilitas produksi hanya kepada karyawan yang berkepentingan, melakukan pengecekan suhu temperatur tubuh ketika memasuki area kantor/produksi, meningkatkan protokol tindakan kebersihan dan sanitasi, melakukan pengelompokan kegiatan kerja (misalnya, pemisahan kelompok kerja, waktu istirahat/waktu makan dan pergantian jadwal shift, dan masih banyak lagi.

"Kita juga menyediakan dan memastikan penggunaan perlengkapan perlindungan diri seperti masker dan handsanitizer. Menerapkan physical distancing di seluruh area dan fasilitas produksi seperti kantin, tempat beribadah, serta area berkumpul lainnya. Hal ini juga diterapkan di alat transportasi karyawan yang disediakan oleh perusahaan," ujar Elvira. Ada juga protokol bagi karyawan non produksi, yakni menerapkan kebijakan bekerja dari rumah sejak 16 Maret 2020, mengurangi perjalanan bisnis, membatalkan pertemuan/interaksi fisik dan melakukan diskusi secara daring, mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan pribadi serta menjaga jarak sosial/fisik. Sedangkan bagi sebagian karyawan non produksi yang bertanggung jawab untuk fungsi bisnis kritikal dan masih tetap harus bertugas, maka Sampoerna juga telah menerapkan berbagai upaya pencegahan, antara lain memastikan protokol tindakan kebersihan dan sanitasi seperti menyediakan perlengkapan proteksi diri termasuk masker medis dan handsanitizer, penyesuaian operasional bisnis dengan meminimalkan kunjungan lapangan dan hanya fokus pada in call mission.

"Kami juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan di kantor dan fasilitas terkait lainnya, termasu kendaraan operasional yang digunakan," kata Elvira. Berdasarkan hasil tes polymerase chain reaction atau PCR gelombang pertama terhadap 46 karyawan pabrik rokok Sampoerna, 34 orang di antaranya dinyatakan positif Covid 19. Jumlah tersebut menjadi bagian dari total 58 kasus baru positif Covid 19 di Surabaya, yang diumumkan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Jumat (1/5/2020) malam.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Provinsi Jawa Timur dr Joni Wahyuhadi mengatakan, hasil tes PCR yang dilakukan terhadap karyawan PT Sampoerna itu mengejutkan karena melampaui angka rata rata. Lazimnya, hasil positif dari tes PCR yang dilakukan tak lebih dari 10 persen. "Biasanya hasilnya cuma 10 persen yang positif. Tapi saat tes PCR terhadap 46 buruh, 34 orang yang dinyatakan positif Covid 19. Ini mengejutkan. Ini besar banget," kata Joni.

Joni menjelaskan, klaster PT Sampoerna ini muncul setelah ada laporan dua karyawan positif covid 19. Buruh tersebut dibawa ke rumah sakit, dan tak lama kemudian meninggal dunia. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Jatim langsung melakukan tracing setelah mendapat laporan tersebut. Setelah melakukan tes gelombang pertama yang hasilnya 34 orang dinyatakan positif Covid 19, tim gugus tugas melakukan tes gelombang kedua terhadap 42 buruh. Hanya saja, hasilnya belum diketahui.

"Setelah yang gelombang pertama, kami juga melakukan tes PCR terhadap 42 orang lainnya yang masuk gelombang kedua. Hasilnya keluar besok," ujarnya. Pria yang juga menjabat sebagai Dirut RSU dr Soetomo Surabaya itu mengungkapkan, dari 323 karyawan yang diperiksa melalui rapid test, sekitar 160 orang sudah dilakukan tes swab. Namun, hasilnya juga belum keluar. "Kemudian ada 160 karyawan di lokasi berikutnya yang dilakukan swab. Ini soalnya belum keluar, Saya lagi mengecek kok belum keluar," ucapnya.

Joni menegaskan, masyarakat harus menyadari bahaya penularan Covid 19. Hal ini lantaran tingkat kematian di Indonesia lebih besar dari luar negeri yang hanya berkisar 2 persen. Di Indonesia, angka kematian berada di kisaran 7 11 persen. "Perlu diwaspadai kalau ada yang PDP atau positif betul betul diperhatikan social distancing," ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *