Begini Cara Vietnam Kalahkan Pandemi Virus Corona Liga Vietnam akan Bergulir Lagi 15 Mei

Liga Vietnam akan kembali bergulir setelah negara tersebut menyatakan bebas dari virus Corona. Dunia sedang dilanda Pandemi virus Corona dan mengakibatkan kompetisi sepak bola domestik maupun internasional harus ditunda. Namun kabar gembira datang dari Vietnam setelah negara tersebut menyatakan bebas dari virus Corona.

Hal ini terjadi setelah negara tersebut pada 23 April tidak mencatat satupun kasus Corona terbaru di delapan hari terakhir. Dengan pernyataan tersebut membuat Liga sepak bola mereka atau dikenal dengan V League One akan digulirkan kembali pada 15 Mei mendatang. Dilaporkan laman resmi , Federasi Sepak Bola Vietnam atau VPF mengumumkan akan kembali menggelar Liga Vietnam jika disetujui oleh pemerintah.

HCM City, salah satu klub Liga Vietnam akan menjadi klub pertama yang yang kembali berlatih setelah pengumuman tersebut. "Ini adalah aktivitas yang diperlukan karena para pemain kami dipulangkan karena coronavirus." "Mereka telah tetap fit tetapi tidak siap untuk tindakan kompetitif, ‚ÄĚkata Presiden HCM City FC, Nguyen Huu Thang.

HCM City nantinya akan melakukan pemusatan pelatihan di Vung Tau untuk mempersiapkan diri menjelang kembali digelarnya kompetisi. "Kami akan memiliki sepuluh hari di Vung Tau sebelum mengambil bagian dalam turnamen lokal jika mereka bisa berjalan lagi setelah pengumuman VPF," imbuh Huu Thang. Liga Vietnam sebelumnya baru menggelar dua pekan sebelum dihentikannya kompetisi akibat virus Corona.

Vietnam menjadi negara di Asia Tenggara pertama yang menyatakan diri terbebas dari virus Corona. Negara berbendera bintang tersebut memiliki cara ampuh untuk bisa menekan angka kematian dan mengurangi jumlah kasus positif terjangkti Corona. Cara tersebut adalah dengan mengetatkan aturan yang dikeluarkan pemerintah dalam penanggulangan virus Corona.

Hal ini terbukti ampuh dengan jumlah kasus positif virus Corona yang tidak melebihi dari 268 kasus serta tidak adanya laporan kematian akibat Corona di Vietnam. Pertama adalah kebijakan ketat pemerintah serta kerja sama yang ditunjukkan oleh masyarakat mendukung aturan yang dikeluarkan oleh pemangku kebijakan di Vietnam. Terlebih kebijakan dan aturan ketat tersebut sudah ditetapkan sejak awal 2020 saat kabar virus corona mulai tersebar.

Contohnya saja ketika Vietnam mengkarantina berbagai kota dekat Hanoi pada 12 Februari 2020 lalu selama tiga minggu. Pada saat itu, hanya ada 10 kasus COVID 19 yang dikonfirmasi di seluruh negara. Pihak berwenang juga secara luas dan cermat mendokumentasikan siapa saja yang berpotensi melakukan kontak dengan virus.

Sekolah dan universitas pun sudah diliburkan sejak awal Februari. Lalu, yang kedua adalah melawan virus Corona adalah sebuah perang bagi Vietnam. Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, mengatakan bahwa Setiap bisnis, setiap warga negara, setiap area perumahan harus menjadi benteng untuk mencegah epidemi di Vietnam.

Hal ini menimbulkan rasa bangga dari masyarakat Vietnam yang merasa gelisah. Mereka merasa kemampuan mereka untuk berdiri bersama bisa melawan krisis yang terjadi. Selain itu, media yang dikontrol oleh pemerintah pun juga meluncurkan kampanye besar besaran.

Kementrian Kesehatan Vietnam bahkan mensponsori lagu di media sosial Youtube tentang mencuci tangan dengan benar. Dan yang ketiga adalah cara Vietnam untuk menggalakkan sistem pengawasan publik yang dijalankan oleh militer. Alih alih bergantung pada obat obatan dan teknologi untuk mencegah wabah virus Corona, aparat keamanan negara Vietnam yang sudah kuat telah menerapkan sistem pengawasan publik yang luas,

Dibantu oleh militer yang dipasok dengan baik, dan umumnya dihormati oleh masyarakat Vietnam. Bahkan pejabat keamanan atau mata mata partai milik pemerintah dapat ditemui di setiap jalan persimpanga di lingkungan setiap desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *